Pengabdian dan semangat kemanusiaan tidak mengenal batas usia. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada sekelompok individu senior yang terus menginspirasi dengan dedikasi mereka. Mereka adalah para relawan lansia Palang Merah Indonesia (PMI), yang membuktikan bahwa usia hanyalah angka dalam berbuat kebaikan. Kisah-kisah mereka adalah bukti nyata bahwa pengalaman hidup dan kearifan dapat menjadi modal tak ternilai dalam setiap misi kemanusiaan.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Bapak Hadi, seorang relawan lansia berusia 68 tahun di PMI Kota Semarang. Meskipun sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai guru, Bapak Hadi tidak berhenti mengabdi. Ia secara rutin menjadi mentor bagi relawan-relawan muda dalam pelatihan pertolongan pertama dan manajemen posko. Menurut catatan PMI Kota Semarang, pada hari Sabtu, 20 September 2025, Bapak Hadi memimpin pelatihan simulasi gempa bumi di sebuah sekolah, di mana ia mengajarkan teknik evakuasi yang sederhana namun efektif. Ia berpendapat bahwa pengalamannya saat menghadapi bencana masa lalu membuatnya tahu persis apa yang dibutuhkan di lapangan.
Kehadiran para relawan lansia ini juga memberikan dimensi lain dalam respons bencana. Selain keahlian teknis, mereka juga memiliki kemampuan komunikasi yang matang dan menenangkan. Di posko pengungsian, mereka sering kali menjadi figur ayah atau ibu yang mendengarkan keluh kesah para korban. Kisah Ibu Susi, seorang relawan berusia 65 tahun dari PMI Kabupaten Pasuruan, adalah contoh yang sempurna. Pada tanggal 15 Agustus 2025, saat terjadi banjir di sebuah desa, Ibu Susi tidak hanya membantu di dapur umum, tetapi juga berkeliling dari tenda ke tenda untuk memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak dan lansia korban bencana. Seorang petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, yang bertugas di area tersebut, menyatakan bahwa kehadiran Ibu Susi sangat membantu menenangkan suasana.
Meskipun usia mereka sudah tidak muda, para relawan lansia ini tetap mengikuti pelatihan dan pembaruan ilmu yang diberikan oleh PMI. Mereka tidak ingin ketinggalan dalam hal pengetahuan dan keterampilan. PMI juga menyediakan program khusus yang disesuaikan dengan kondisi fisik mereka, memastikan mereka dapat berkontribusi secara optimal tanpa membahayakan diri sendiri. Data dari PMI Pusat menunjukkan bahwa jumlah relawan lansia yang aktif terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan semangat yang luar biasa dari para senior.
Dengan demikian, keberadaan para relawan lansia adalah aset tak ternilai bagi PMI. Mereka adalah bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak lekang oleh waktu. Kisah-kisah mereka memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi generasi muda tentang pentingnya dedikasi, pengalaman, dan keikhlasan dalam memberikan pertolongan.
