Di lokasi pengungsian pasca-bencana, risiko munculnya penyakit menular meningkat tajam karena kepadatan penduduk dan buruknya sanitasi. Dalam situasi kritis ini, pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) Darurat yang higienis menjadi Kunci Menahan Wabah penyakit bawaan air seperti kolera dan disentri. Palang Merah Indonesia (PMI), melalui tim Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), memegang peran vital dalam menyediakan infrastruktur sanitasi dasar yang cepat dan sesuai standar. Kunci Menahan Wabah terletak pada kecepatan, desain, dan manajemen fasilitas MCK. Tanpa fasilitas sanitasi yang layak, Kunci Menahan Wabah akan sulit dicapai, dan upaya medis akan menjadi sia-sia.
Pembangunan MCK Darurat oleh Tim WASH PMI mengikuti standar teknis yang ketat. Standar ini mencakup penentuan lokasi yang berjarak minimal 30 meter dari sumber air bersih dan 6 meter dari tenda pengungsian, serta penempatan yang mudah diakses namun tetap menjamin privasi. PMI menerapkan rasio ideal, yaitu satu unit toilet untuk setiap 20 orang. Saat bencana banjir besar melanda pada 21 Maret 2026, Tim WASH PMI berhasil mendirikan 50 unit bilik toilet dan 20 titik keran air umum di tiga lokasi pengungsian dalam waktu 72 jam pertama. Kecepatan ini sangat penting untuk mencegah krisis kesehatan.
Desain MCK yang didirikan PMI sangat mempertimbangkan aspek pengguna dan lingkungan. Bilik toilet dirancang untuk mudah dibersihkan dan dipasang secara terpisah antara pria dan wanita untuk menjamin keamanan dan kenyamanan. Selain itu, PMI juga membangun MCK yang ramah disabilitas, dilengkapi dengan pegangan (handrail) dan ruang gerak yang memadai. Setelah pembangunan fisik selesai, langkah penting berikutnya adalah pemeliharaan dan edukasi. Relawan PMI secara rutin memberikan penyuluhan higienitas, menekankan pentingnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan dan setelah dari toilet.
Aspek keamanan dalam manajemen fasilitas sanitasi juga menjadi fokus. Untuk mencegah penyalahgunaan dan vandalisme, serta menjamin keselamatan pengguna, PMI berkoordinasi dengan petugas keamanan pengungsian. Pada hari Jumat, 25 Maret 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) setempat menempatkan dua personil keamanan untuk melakukan patroli terpusat di area fasilitas WASH antara pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Langkah-langkah preventif ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan ketertiban. Dengan adanya sanitasi yang terjamin, PMI tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat secara kolektif, menjadikan fasilitas WASH ini sebagai Kunci Menahan Wabah dan mempercepat pemulihan komunitas.
