Palang Merah Indonesia (PMI) memahami betul bahwa dalam setiap operasi evakuasi, terutama di tengah krisis atau bencana, Koordinasi Efektif dengan berbagai pihak adalah kunci utama keberhasilan. Tanpa sinergi yang kuat antara PMI dan mitra-mitra lainnya, upaya penyelamatan akan menjadi tidak terarah dan kurang maksimal. Kolaborasi ini memastikan sumber daya termanfaatkan dengan optimal, informasi mengalir lancar, dan setiap korban mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan, PMI secara aktif membangun dan memelihara hubungan baik dengan berbagai entitas. Mitra-mitra ini mencakup Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD di tingkat daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dinas kesehatan, hingga organisasi kemanusiaan lainnya. Koordinasi Efektif dimulai dari tahap perencanaan, di mana protokol bersama disepakati, hingga pelaksanaan di lapangan, dengan pembagian tugas dan peran yang jelas. Pertemuan rutin dan latihan gabungan sering diadakan untuk memastikan semua pihak siap beraksi secara terpadu saat dibutuhkan.
Sebagai contoh nyata dari Koordinasi Efektif ini, pada peristiwa banjir bandang yang melanda sebuah desa di Sumatera Utara pada hari Sabtu, 20 Juli 2024, pukul 04.00 pagi, tim evakuasi PMI Kabupaten Deli Serdang segera merespons. Mereka langsung berkoordinasi dengan Polsek setempat dan tim SAR dari Basarnas untuk menentukan titik kumpul dan strategi evakuasi. Sebanyak 18 relawan PMI dengan perahu karet bergerak bersama 10 personel kepolisian dan 8 anggota Basarnas. Mereka berhasil mengevakuasi 75 warga yang terjebak di rumah mereka dan Memberikan Pertolongan pertama kepada 15 korban yang mengalami luka ringan dan hipotermia. Operasi evakuasi berlangsung intensif hingga pukul 16.00 sore, di mana korban dievakuasi ke posko pengungsian yang telah disiapkan.
Koordinasi Efektif juga melibatkan penggunaan sistem komunikasi terpadu. PMI menggunakan frekuensi radio khusus dan platform digital untuk berbagi informasi real-time tentang kondisi di lapangan, jumlah korban, dan kebutuhan mendesak. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta memastikan bantuan dan personel disalurkan ke area yang paling membutuhkan. Komitmen PMI terhadap Koordinasi Efektif adalah jaminan bahwa upaya kemanusiaan akan selalu berjalan optimal, meringankan beban masyarakat Indonesia di saat-saat paling sulit.
