Jangan Panik Saat Anak Kejang Demam! Ini Langkah Amankan Jalan Napasnya

Kenaikan suhu tubuh yang terlalu cepat pada balita kerap memicu kejang akibat lonjakan aktivitas listrik spontan di otak. Keadaan darurat ini sering membuat orang tua merasa panik dan melakukan tindakan keliru yang membahayakan balita. Penanganan kondisi kritis ini membutuhkan ketenangan tinggi, serupa dengan melakukan pembersihan bekas sengatan kelabang pada kulit anak dengan prosedur steril.

Langkah paling utama saat balita mengalami kejang demam adalah membaringkan tubuh anak di alas yang datar dan empuk. Posisikan tubuh anak miring ke salah satu sisi agar cairan ludah atau muntahan dapat mengalir keluar dari mulut secara alami. Miringkan posisi badan anak efektif menjaga kebersihan jalan napas dari sumbatan cairan yang berisiko terhirup ke paru.

Jangan pernah memasukkan benda keras seperti sendok, kain, atau jari tangan ke dalam mulut anak yang sedang mengalami kejang demam. Memasukkan benda asing ke mulut berisiko mematahkan gigi, melukai lidah, atau justru menutup saluran pernapasan anak secara total. Otot rahang anak yang mengunci akan kembali rileks dengan sendirinya setelah fase kejang berakhir.

Jauhkan benda-benda tajam atau keras dari sekitar tubuh anak guna mencegah cedera fisik akibat gerakan benturan tak terkontrol. Longgarkan pakaian ketat di sekitar leher dan dada anak agar proses bernapas berlangsung lebih lega dan lancar. Amati durasi berlangsungnya kejang demam menggunakan penunjuk waktu untuk dilaporkan kepada tim medis profesional kemudian.

Setelah gerakan kejang berhenti penuh, berikan kompres hangat pada lipatan ketiak dan selangkangan anak untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Jangan memandikan anak menggunakan air dingin karena dapat memicu penyempitan pembuluh darah yang meningkatkan suhu inti tubuh. Berikan obat penurun panas sesuai petunjuk dokter apabila anak sudah sadar penuh dan mampu menelan.

Segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan jika serangan kejang berlangsung lebih dari lima menit atau berulang dalam waktu singkat. Pemahaman pertolongan pertama yang benar dari orang tua mencegah terjadinya komplikasi bahaya pada saluran pernapasan anak. Ketenangan sikap menjadi faktor kunci dalam melindungi keselamatan buah hati saat krisis.